SahabatKu (Hasan dan Imam)
Tiba-tiba ko' pengen ngomongin Hasan sama Imam (bukan nama sebenarnya, hehehehe fiktif)
PERPISAHAN DUA SAHABAT YANG SALING MENCINTAI KARENA ALLAH
Imam : San, kamu akan pergi untuk menuntut ilmu, itu artinya kita akan berpisah dan pastinya aku akan sangat merindukanmmu sahabatku
Hasan : mohon do’anya ya Mam, agar aku tetap bisa menjaga niat dan hati untuk menuntut ilmu demi mengharap ridha Allah SWT
Imam : aamiin
Hasan : aku juga pasti akan merindukanmu juga, bagaimana mungkin aku tidak merindukan seorang sahabat yang selalu memberikan dukungan padaku, yang membanggakan aku dan selalu mengingatkan aku dikala aku salah arah, yang tak pernah bosan menasehati aku, yang selalu terang-terangan mengatakan salah jika aku memang bersalah. Ibarat bangunan kau mau menjadi besi dalam tembok, yang tak nampak tapi menopangnya agar bisa berdiri kokoh.
Imam : San, aku ndak sebaik itu. Jikalau memang aku seperti itu, itu karena kamu sahabat yang baik, yang mau mendengarkan ocehanku dengan teliti dan seksama, secara tidak langsung kamu adalah guruku yang mau mengubah pola pikirku. Nanti jika kamu ada waktu, tolong kunjungi sahabatmu ini, pasti sahabatmu ini akan memendam rindu yang teramat dalam walau satu hari tak bertemu, mudah-mudahan Allah SWT meridhai persahabatan kita San.
Hasan : aamiin
Imam : San, kalo kita diberikan umur yang panjang. Tolong datang kehari pernikanhanku karena pasti aku akan sangat bahagia sekali dan nanti jika umurku lebih dulu dari kamu, tolong jangan hadir kepemakamanku karena aku pasti akan merasakan sakitnya sakaratul maut dan aku tak ingin tambah bersedih ketika aku melihat kamu menangis atas kepergianku.
Hasan : jangan ngawur kamu Mam!!!
Imam : aku ndak ngawur Mam, aku cuma ingin selalu melihatmu bahagia dengan menangisi dosa-dosamu Mam. Tapi ya sudh jangan berdebat lagi, nanti kamu malah ndak jadi berangkat . Hati-hati y sahbatku, inget kewajiban kita sebagai hamba Allah SWT dimanapun kita berada.
Hasan : iya sahabatku. O ya sahabatku yang hebat, (sambil berbisik) aku akan berusaha datang kepemakamanmu kelak, hehe (langsung kabur)
Imam : (suara agak keras) y sudah tak tunggu tapi jangan lari ya kalo tiba2 jasadku meluk kamu hehehe
Hasan : (sambil melambaikan tangan) aku akan menyambut pelukanmu sahabatku. (sambil teriak) Assalamualikum
Imam : waalaikummussalam sahabatku, aku mencintaimu karena Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar